Universitas Islam Malang Conference, Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021

Font Size: 
PENINGKATAN NILAI PRODUK JAHE MERAH MELALUI PENGARUSUTAMAAN JENDER DALAM BINGKAI MODERASI AGAMA SEBAGAI MODAL SOSIAL DI KALAMPANGAN PALANGKA RAYA
Muzalifah Muzalifah, ST Rahmah, Abubakar Abubakar, Taufik Warman Mahfuzh, Muslimah Muslimah, Sagaf Baitullah, Yuniarti Yuniarti, Rahmad Wahyudi

Last modified: 2022-01-18

Abstract


Ketidakmampuan masyarakat dalam mengembangan ekonomi dapat berdampak kepada meningkatnya jumlah pengangguran dan angka kemiskinan. Oleh karena itu perlu campur tangan stakeholder dalam peningkatan ekonomi masyarakat terutama pasca pendemi. Salah satu bentuk peningkatan ekonomi masyarakat adalah dengan mengangkat produk yang berkearifan lokal pada suatu masyarakat, diantaranya produk jahe merah Kelampangan. Tujuan dari peningkatan produk tersebut yaitu agar memiliki nilai jual, sehingga dapat dipasarkan di pasar lokal, nasional bahkan internasional. Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan pendekatan ABCD yaitu suatu metode pengabdian yang berupaya untuk mengembangkan komunitas berbasis aset (potensi), diantaranya pengembangan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal di Kelampangan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa produk jahe merah merupakan aset potensial yang memiliki nilai ekonomi sehingga perlu dikembangkan produksi dan pemasarannya. Selain itu, dalam pengolahan produk tersebut terdapat moderasi beragama sebagai modal sosial yang eksistensinya diperankan oleh ibu-ibu anggota TP-PKK

Keywords


pendemi: peningkatan ekonomi: jahe merah

Full Text: PDF | 17-30