Author Guidelines


PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT (KOPEMAS) KE-7 TAHUN 2026

A. TENTANG KOPEMAS

Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) merupakan forum ilmiah yang memfasilitasi diseminasi hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat serta pertukaran gagasan, pengalaman, dan inovasi dalam pemberdayaan masyarakat.

KOPEMAS ke-7 Tahun 2026 menerima artikel ilmiah yang memuat hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki permasalahan, tujuan, metode pelaksanaan, hasil, pembahasan, serta kontribusi yang jelas terhadap penyelesaian permasalahan masyarakat.

Artikel yang disiapkan untuk Prosiding KOPEMAS harus mengikuti ketentuan penulisan yang ditetapkan dalam Author Guidelines dan Template Prosiding KOPEMAS.


B. KETENTUAN UMUM NASKAH

Naskah yang dikirimkan untuk Prosiding KOPEMAS wajib memperhatikan ketentuan berikut.

  1. Naskah merupakan artikel ilmiah yang berasal dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  2. Artikel harus menggambarkan permasalahan atau kebutuhan masyarakat/mitra yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan.
  3. Artikel harus menjelaskan tujuan kegiatan, metode atau tahapan pelaksanaan, hasil yang diperoleh, serta pembahasan atas hasil kegiatan.
  4. Isi artikel harus sesuai dengan bidang dan tema kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan.
  5. Naskah ditulis menggunakan bahasa Indonesia yang baik, jelas, efektif, dan komunikatif.
  6. Penulis wajib menggunakan Template Prosiding KOPEMAS dalam menyiapkan naskah.
  7. Naskah disusun dalam format halaman dan tata letak sesuai ketentuan KOPEMAS.
  8. Setiap tabel, gambar, dan/atau grafik yang digunakan harus dijelaskan dan dirujuk dalam teks.
  9. Sumber yang digunakan dalam artikel harus dicantumkan dalam sitasi dan daftar rujukan secara konsisten.
  10. Daftar rujukan disusun secara alfabetis dengan menggunakan standar APA Style.

C. STRUKTUR ARTIKEL

Artikel Prosiding KOPEMAS disusun dengan urutan sebagai berikut:

  1. Judul artikel
  2. Nama penulis dan afiliasi
  3. Alamat email penulis korespondensi
  4. Abstrak
  5. Kata kunci
  6. Pendahuluan
  7. Metode Pelaksanaan
  8. Hasil dan Pembahasan
  9. Kesimpulan
  10. Ucapan Terima Kasih (jika diperlukan)
  11. Daftar Rujukan

D. KETENTUAN PENULISAN SETIAP BAGIAN

1. Judul Artikel

Judul artikel harus:

  • ditulis dalam bahasa Indonesia;
  • menarik, informatif, singkat, dan jelas;
  • tidak menimbulkan multitafsir;
  • menggambarkan ide utama artikel;
  • tidak menggunakan singkatan yang tidak lazim;
  • menempatkan ide utama pada bagian awal judul; dan
  • tidak lebih dari 15 kata.

Judul ditulis dengan huruf kapital (UPPERCASE), cetak tebal, rata kiri, menggunakan font Cambria ukuran 14 pt.

Contoh:

PENGUATAN LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING USAHA MASYARAKAT

Judul sebaiknya tidak hanya menyebutkan bentuk kegiatan seperti "pelatihan", "sosialisasi", atau "pendampingan", tetapi menonjolkan substansi, inovasi, solusi, atau hasil utama kegiatan pengabdian.


2. Nama Penulis dan Afiliasi

Nama penulis ditulis lengkap tanpa gelar akademik.

Contoh:

Penulis¹, Penulis², Penulis³*

Afiliasi ditulis di bawah nama penulis dengan mencantumkan:

  • nama institusi;
  • kota; dan
  • negara.

Contoh:

¹Universitas A, Malang, Indonesia
²Universitas B, Surabaya, Indonesia

Email penulis korespondensi dicantumkan di bawah afiliasi.

Contoh:

Email koresponden penulis: penulis@universitas.ac.id

Apabila penulis hanya memiliki satu afiliasi, nomor penanda pada nama penulis tidak diperlukan. Apabila penulis memiliki lebih dari satu afiliasi, nomor digunakan untuk menunjukkan hubungan antara penulis dan afiliasinya.


3. Abstrak

Abstrak merupakan ringkasan keseluruhan artikel yang memberikan gambaran mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Abstrak sekurang-kurangnya memuat:

  1. latar belakang atau permasalahan kegiatan;
  2. tujuan kegiatan;
  3. metode atau pendekatan pelaksanaan;
  4. hasil utama kegiatan; dan
  5. kontribusi atau capaian kegiatan.

Ketentuan abstrak:

  • maksimal 200 kata;
  • ditulis dalam satu paragraf;
  • menggunakan font Cambria 10 pt;
  • spasi tunggal;
  • dicetak miring (italic).

Abstrak harus dapat dipahami secara mandiri dan tidak memuat uraian yang terlalu rinci mengenai teori, tabel, gambar, atau daftar rujukan.


4. Kata Kunci

Kata kunci digunakan untuk menggambarkan topik utama artikel dan memudahkan identifikasi artikel.

Ketentuan:

  • minimal 3 kata kunci;
  • maksimal 6 kata kunci;
  • setiap kata kunci dipisahkan dengan tanda titik koma (;);
  • ditulis dengan font Cambria 10 pt;
  • spasi tunggal;
  • dicetak miring (italic).

Contoh:

Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; literasi digital; UMKM; inovasi; daya saing


E. PENDAHULUAN

Pendahuluan berisi uraian yang menjelaskan alasan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan.

Pendahuluan sekurang-kurangnya memuat:

  1. kondisi atau permasalahan masyarakat/mitra;
  2. tantangan atau kebutuhan yang dihadapi mitra;
  3. alasan pentingnya kegiatan dilaksanakan;
  4. tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat; dan
  5. kajian pustaka yang relevan sebagai landasan kegiatan.

Permasalahan mitra harus dijelaskan secara konkret sehingga pembaca dapat memahami kondisi sebelum kegiatan dilaksanakan.

Kajian pustaka tidak hanya berupa kumpulan definisi, tetapi digunakan untuk memperkuat argumentasi mengenai permasalahan, pendekatan, solusi, atau inovasi yang digunakan.

Pendahuluan ditulis secara terintegrasi dalam beberapa paragraf tanpa harus memisahkan bagian-bagian tersebut menjadi subjudul tersendiri.

Panjang bagian pendahuluan sekitar 10–15% dari total panjang artikel.

Font yang digunakan adalah Cambria 11 pt.


F. METODE PELAKSANAAN

Metode pelaksanaan menjelaskan bagaimana kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan untuk menyelesaikan permasalahan atau memenuhi kebutuhan mitra.

Metode harus ditulis secara sistematis sehingga pembaca dapat memahami tahapan pelaksanaan kegiatan.

Metode dapat memuat:

  1. lokasi dan waktu pelaksanaan;
  2. sasaran atau mitra kegiatan;
  3. pendekatan yang digunakan;
  4. tahapan pelaksanaan kegiatan;
  5. bentuk intervensi atau solusi yang diberikan;
  6. pihak-pihak yang terlibat;
  7. instrumen atau teknik pengumpulan data/evaluasi, jika digunakan; dan
  8. teknik evaluasi keberhasilan kegiatan.

Penjelasan metode harus menunjukkan hubungan antara permasalahan mitra, solusi yang ditawarkan, tahapan kegiatan, dan indikator capaian.

Metode ditulis dalam bentuk paragraf dan/atau dapat dilengkapi dengan tabel atau bagan apabila diperlukan untuk memperjelas tahapan kegiatan.

Panjang bagian metode sekitar 15–20% dari total panjang artikel.

Font yang digunakan adalah Cambria 11 pt.


G. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dan Pembahasan merupakan bagian utama artikel dan harus menunjukkan capaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Bagian ini harus memuat:

  1. hasil pelaksanaan setiap tahapan kegiatan;
  2. perubahan atau capaian yang diperoleh mitra;
  3. data hasil evaluasi kegiatan, apabila tersedia;
  4. produk, inovasi, atau luaran kegiatan;
  5. kendala dan/atau faktor pendukung yang relevan;
  6. analisis terhadap hasil kegiatan; dan
  7. keterkaitan hasil dengan teori, penelitian, atau kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebelumnya.

Setiap hasil yang disajikan harus dibahas. Pembahasan tidak berhenti pada penyajian data, tetapi harus menjelaskan makna dari hasil tersebut.

Penulis dianjurkan membandingkan hasil kegiatan dengan teori dan/atau hasil penelitian maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat lain yang relevan.

Contoh alur pembahasan:

hasil kegiatan → makna hasil → faktor yang memengaruhi → perbandingan dengan penelitian/kegiatan sebelumnya → implikasi bagi mitra.

Bagian hasil dan pembahasan dapat dilengkapi dengan tabel, gambar, grafik, dan/atau bagan apabila diperlukan.

Panjang bagian hasil dan pembahasan sekitar 40–60% dari total panjang artikel.

Font yang digunakan adalah Cambria 11 pt.


H. TABEL

Tabel digunakan untuk menyajikan data yang telah diolah sehingga informasi dapat dipahami secara lebih ringkas.

Ketentuan tabel:

  1. Setiap tabel harus memiliki nomor dan judul.
  2. Nomor dan judul tabel ditempatkan di bagian atas tabel.
  3. Tabel ditulis menggunakan font Cambria 8 pt.
  4. Spasi dalam tabel adalah 1.
  5. Tabel ditempatkan sedekat mungkin dengan paragraf yang membahas tabel tersebut.
  6. Setiap tabel harus dirujuk dalam teks.
  7. Hindari memasukkan data mentah atau data yang belum diolah.
  8. Judul tabel harus menggambarkan isi tabel secara ringkas dan jelas.

Contoh:

Tabel 1. Karakteristik Peserta Kegiatan

Karakteristik Jumlah Persentase
Peserta laki-laki 10 40%
Peserta perempuan 15 60%

Apabila tabel berasal atau diadaptasi dari sumber tertentu, sumber harus dicantumkan sesuai ketentuan sitasi.


I. GAMBAR DAN GRAFIK

Gambar dan grafik dapat digunakan untuk memperjelas proses, kondisi, hasil, atau capaian kegiatan.

Ketentuan:

  1. Gambar/grafik harus relevan dengan pembahasan.
  2. Setiap gambar/grafik harus diberi nomor.
  3. Keterangan gambar/grafik ditempatkan di bawah gambar/grafik.
  4. Caption menggunakan font Cambria 8 pt dengan spasi tunggal.
  5. Setiap gambar/grafik harus dirujuk dalam paragraf.
  6. Gambar/grafik ditempatkan sedekat mungkin dengan paragraf yang membahasnya.
  7. Gambar/grafik harus memiliki kualitas yang memadai agar informasi dapat dibaca dengan jelas.
  8. Dokumentasi kegiatan dapat digunakan apabila relevan untuk memperkuat uraian hasil kegiatan.

Contoh:

Gambar 1. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat

Gambar tidak sebaiknya hanya menjadi dokumentasi visual. Setiap gambar harus memiliki fungsi informatif dan dijelaskan dalam teks.


J. KESIMPULAN

Kesimpulan berisi intisari hasil kegiatan dan menunjukkan ketercapaian tujuan pengabdian kepada masyarakat.

Kesimpulan harus:

  • menjawab tujuan kegiatan;
  • menunjukkan capaian utama;
  • menggambarkan manfaat atau perubahan yang dihasilkan kegiatan; dan
  • disajikan secara ringkas dan jelas.

Kesimpulan ditulis dalam bentuk paragraf dan tidak sekadar mengulang uraian hasil dan pembahasan.

Font yang digunakan adalah Cambria 11 pt.


K. UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih dapat dicantumkan apabila diperlukan.

Ucapan terima kasih terutama dapat diberikan kepada pihak yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan, termasuk pemberi hibah apabila kegiatan pengabdian kepada masyarakat berasal dari dana hibah.

Ucapan terima kasih ditulis secara singkat dan proporsional.


L. DAFTAR RUJUKAN

Daftar rujukan memuat seluruh sumber yang digunakan dan dikutip dalam artikel.

Sumber rujukan dapat berupa:

  • buku;
  • artikel penelitian dalam jurnal;
  • prosiding;
  • laporan penelitian;
  • laporan pengabdian kepada masyarakat; dan
  • sumber ilmiah relevan lainnya.

Ketentuan daftar rujukan:

  1. seluruh sumber yang dikutip dalam teks harus tercantum dalam daftar rujukan;
  2. sumber yang tidak dikutip dalam teks tidak perlu dicantumkan;
  3. daftar rujukan disusun secara alfabetis;
  4. format penulisan mengikuti APA Style;
  5. penulisan harus konsisten antara sitasi dalam teks dan daftar rujukan.

Penulis dianjurkan menggunakan sumber ilmiah yang relevan dan mutakhir dengan tetap mempertimbangkan sumber rujukan yang menjadi landasan utama kegiatan.


M. TEKNIK PENGUTIPAN

Pengutipan dalam artikel menggunakan teknik body note, yaitu mencantumkan nama belakang penulis dan tahun publikasi dalam teks.

Contoh:

Literasi digital memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara produktif (Andrian, 2017).

Untuk kutipan naratif:

Andrian (2017) menjelaskan bahwa literasi digital memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi.

Untuk dua penulis:

(Bray & Sturman, 2001)

Untuk tiga penulis atau lebih, penulisan mengikuti ketentuan APA Style.

Penulis harus memastikan bahwa setiap sitasi dalam teks memiliki pasangan sumber pada Daftar Rujukan.


N. PENULISAN ISTILAH ASING

Istilah asing yang digunakan dalam naskah ditulis menggunakan format italic atau cetak miring.

Contoh:

research, distribution, management, system.

Istilah yang telah diserap dan menjadi bagian dari bahasa Indonesia tidak perlu dicetak miring.


O. FORMAT HALAMAN DAN TEKS

Naskah Prosiding KOPEMAS menggunakan ketentuan berikut:

Komponen Ketentuan
Ukuran kertas Custom size
Lebar 18 cm
Tinggi 25 cm
Margin atas 2,49 cm
Margin kiri 2,50 cm
Margin bawah 2,49 cm
Margin kanan 2,00 cm
Font utama Cambria
Isi artikel 11 pt
Abstrak 10 pt
Caption tabel/gambar/grafik 8 pt
Spasi tabel 1 spasi
Abstrak 1 spasi

Penulis wajib menggunakan ukuran halaman dan margin sebagaimana ditentukan dalam Template Prosiding KOPEMAS.


P. PROPORSI BAGIAN ARTIKEL

Untuk menjaga keseimbangan isi artikel, penulis perlu memperhatikan proporsi setiap bagian sebagai berikut:

Bagian Proporsi
Pendahuluan 10–15%
Metode Pelaksanaan 15–20%
Hasil dan Pembahasan 40–60%
Kesimpulan dan bagian lainnya Disesuaikan dengan kebutuhan artikel

Proporsi tersebut digunakan sebagai panduan agar artikel tidak terlalu panjang pada bagian pendahuluan dan metode, sementara hasil dan pembahasan menjadi bagian utama artikel.


Q. KETENTUAN TEKNIS PENULISAN

Sebelum mengirimkan naskah, penulis perlu memastikan bahwa:

  • judul tidak lebih dari 15 kata;
  • judul menggunakan bahasa Indonesia yang jelas dan informatif;
  • nama penulis dan afiliasi telah ditulis dengan benar;
  • penulis korespondensi telah dicantumkan;
  • abstrak tidak lebih dari 200 kata;
  • kata kunci berjumlah 3–6 kata;
  • pendahuluan memuat permasalahan, tujuan, dan kajian pustaka;
  • metode menjelaskan tahapan pelaksanaan kegiatan;
  • hasil dan pembahasan memuat hasil sekaligus analisis;
  • seluruh tabel dan gambar dirujuk dalam teks;
  • tabel memiliki judul di bagian atas;
  • gambar/grafik memiliki caption di bagian bawah;
  • kesimpulan menjawab tujuan kegiatan;
  • ucapan terima kasih dicantumkan apabila diperlukan;
  • seluruh sitasi memiliki sumber dalam daftar rujukan;
  • daftar rujukan disusun secara alfabetis;
  • format sitasi dan daftar rujukan mengikuti APA Style;
  • istilah asing ditulis dengan italic;
  • format halaman sesuai Template KOPEMAS; dan
  • font, ukuran huruf, serta spasi telah disesuaikan dengan ketentuan.

R. TEMPLATE NASKAH

Penulis wajib menggunakan Template Prosiding KOPEMAS #7 Tahun 2026 sebagai acuan utama dalam penataan naskah.

Template mencakup format judul, identitas penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode pelaksanaan, hasil dan pembahasan, tabel, gambar/grafik, kesimpulan, ucapan terima kasih, serta daftar rujukan.

Penulis disarankan tidak mengubah ukuran halaman, margin, jenis huruf, ukuran huruf, dan struktur utama template agar keseragaman naskah Prosiding KOPEMAS dapat dipertahankan.